Selasa, 30 Maret 2010

Ketika Aku Belajar Menyukainya

aku belajar menyukainya dari setiap paragraf yang aku tulis
tentang kata-kata yang berlari melukiskan satu arti
dan meyakini bahwa apa yang aku rasakan tak pernah salah
ketika mereka mengakui kerapuhanku
dan karenanya semua bergejolak

ketika aku belajar menyukainya
dari setiap semangat yang dia ceritakan tadi pagi
dan rengkuhannya pada hati-hati yang sedang guncang
walau tangan kecilnya tak kuasa membuatku tenang

aku tahu, aku masih baru memulai
dan aku tidak mau berhenti
karena itu aku memilihnya
sebagai pengawal kala semua masih awal

aku belajar menyukainya,
ketika perlahan semuanya terungkap
bahwa suatu hari nanti
aku pasti bisa seperti dia

aku ingin merengkuhnya seperti ia membesarkan hatiku
dan semua kata yang aku rangkai seperti apa yang dia minta
dia mengajariku untuk terbang lebih tinggi
ketika aku belajar menyukainya

Senin, 22 Maret 2010

Sekali Lagi Tentang Mimpimu

Mungkin kau tak berpikir
bahwa cerita-ceritaku itu memalukan
Bagiku memang iya,
namun bagimu berkesan
dan merupakan penghargaan

Aku sedang merangkai babak-babak mimpiku
yang ingin kutayangkan padamu
menyatu dalam suaraku
hingga menegakkan pemahaman itu padamu

Aku belum menghilangkan harapan itu
Aku belum menghilangkan kata-katamu
Seiring bunga yang mekar mengiringiku disini
Kami terus memanggilmu
untuk menyumbangkan kata-kata itu lagi

walau aku tahu
aku tak serumpun denganmu
kita berbeda pemikiran
mungkin itu yang membuatmu
menganggap semua rencanaku kurang kerjaan

Ah, tak bisakah kau buka hatimu sedikit lagi?
aku ingin kau mengerti
bahwa sebuncah kata-kata ini
mampu melambangkan semua asamu

karena kita hidup di negeri ini
tempat kita bertukar mimpi
dan semuanya
bersama-sama akan menjadi nyata

Senin, 15 Februari 2010

Melebur

Ingin kukejar awan berarak
Hingga sampai di peraduannya
Seperti angin yang mengajari
Ombak-ombak untuk merangkai melodi

Bila dapat kuberimu pengertian
Aku ingin menggenggam rasa maklum dihatiku
Kesalahan itu semata hanya milikku
Ketidakpekaanku akan jati dirimu
Membawaku ingin melebur bersama ombak

Menari bersama angin
Melayang setinggi mungkin
Mengukir setiap ingin
Melelehkan bekunya dingin

Maafkan aku
Atas cerita memalukan itu
Aku saat itu belum tahu
Siapa sebenarnya kamu

Senin, 25 Januari 2010

Explosive

Tentang hati yang tak tenang
dan bayangan masa masa silam
kemana jernih berpikir
kian berdebat tuk satu menyingkir

Ingin kupecahkan satu persatu
tebing es ini
dia menjulang terlalu tinggi
dengan kenangan memalukan terekam didalamnya
Rasanya aku mau gila
setiap kali terngiang hujam cercanya

***

Bolehkah kunyatakan - walau dia tak tahu?
sudah 1000 puisi yang menyatakan bahwa dia selamanya mencintaiku
Tapi terlalu lebay itu semua
Itu tak berlaku bagi perasaanku padanya

Siapa bilang cintamu baru akan kurasakan jika kamu tiada?
Itu pernyataan paling bullsh** yang pernah aku dengar darimu, jalang
Justru tanpamu aku bebas
Aku bisa menjadi siapapun yang aku mau
Tanpa terkekang otoritasmu

Pergilah sayang, aku bisa keracunan bila terus melihatmu

Jumat, 22 Januari 2010

Tentang Jejakmu di Masa Kelam

aku baru sadar
tentangmu
dan segala tulisan
yang pernah kusebarkan

akan aku rasakan
efeknya
mungkin tak lama lagi

sesuatu yang sudah lama
namun baru kutahu sekarang
atau mungkin nuraniku yang kurang peka
hingga aku baru tergerak sekarang

untukmu
yang telah membaca semua itu tentangku
tolong jangan terlalu dianggap
itu sudah lalu

aku sudah berubah, ya akhi...
seiring guratan mentari Sastra yang memecah sisi kelabu
saat setahun dulu

terimalah sebuncah mohon ampunku dari kesadaran yang paling atas
yang paling nampak oleh semua cahaya yang meliputimu

dan akupun akan selalu menjaga setiap nada yang melantun dalam untaian kataku.