St. Lucia, 8 Februari 2019
Mi, hari ini aku membuka jendela lebar lebar
membiarkan angin pagi Brisbane menusuk ke kamar.
Ada yang mengajakku ke Multifaith Centre UQ hari ini,
tiba giliran kami untuk pergi mengaji.
Kenapa ya, Mi?
Selama di Malang aku malas mengaji
Padahal, rumahku di suhat berdekatan dengan musholla
dan alunan sholawat kudengar secara berkala
Tapi begitu aku sampai di Brisbane,
suara murottal itu yang aku paling kangen.
St. Lucia, 9 Februari 2019
Mi, aku tadi sudah ketemu Claudia Vasquez.
Insya Allah calon research bakalan beres!
Oh ya mi, nanti aku mau nonton anak UQ dance latihan di lapangan,
Mami nggak pingin nih aku rekamkan?
Sore ini angin berhembus perlahan
menyapu dedaunan di sepanjang jalan
Perlahan musik latin mengudara
dan sekelompok mahasiswa berlatih salsa
Mami, gak mau kesini?
Jadi guest instructor mi,
hitung hitung kontribusi alumni.
Gold Coast, 13 Februari 2019
Mami, 13 tahun yang lalu aku pergi ke Bali.
Hiruk pikuknya membuatku tak ingin kembali
Tapi pantai ini....
entah kenapa hiruk pikuknya bisa kunikmati.
Sejenak aku melupakan semua beban tugas
dan menghirup udara segar yang bebas
berlari lari di pantai luas
Ah, rasanya lima jam masih belum puas....
St. Lucia, 27 Februari 2019
Mi, tolong mi, cek grup kelas Cinta
Mas Nizar hari ini bertambah usianya
semua anak cinta memberi doa
Aku lalu pergi ke tengah lapangan
Mengangkat tangan yang membawa sebuah tulisan
Memotret sebongkah kata penuh harapan.
St. Lucia, 13 Maret 2018
Mami, aku hari ini ketiduran di Library.
Soalnya tadi malam begadang sampe dini hari
Aduh, rasanya malu sekalii......
Akhirnya aku bikin kopi
biar aku bisa bekerja lagi.
Gatton, 24 Maret 2019
Pagi ini aku menyusuri padang rumput
bersama angin yang bertiup lembut
membiarkan bunga dandelion terbang
melewati padang ilalang
Ah, tak ada yang lebih damai dari ini semua, mami
Selama aku disini aku ingin menikmati.
St. Lucia, 8 April 2019
Pagi, Mami.....
seingatku, tadi malam sebelum aku tidur,
aku menaruh jaketku di kasur.
tapi, kok ini aku bangun, jaketku nggak ada
kemana ya?
tadi malam kayaknya aku menaruh buku di meja
dan mejaku ada di bawah jendela....
tapi sekarang kok nggak ada?
Mami, kamarku kan dindingnya jingga,
kok kembali jadi merah muda?
Mi, di luar kamarku kan ada jalan setapak
yang menuju Guyatt Park
Tapi kenapa, mami... kenapa....
ketika jendela ini kubuka,
aku melihat Avanza abu-abu tua
yang sering dikendarai adikku kemana-mana?
Mami....
Apakah semua ini hanya mimpi?
Apakah ini semua ilusi?
Jika iya, aku tak mau bangun lagi.....
Kamis, 07 Maret 2019
Rabu, 07 Februari 2018
Burung Kecil yang Pergi Mengejar Kakaknya
ada yang hilang
ada yang takkan sama
setiap sudut yang
slama ini kukenal
yang menjadikan denyut nadi darahku
semuanya tak akan pernah sama
burung kecil termenung didalam sangkar
melihat kakaknya terbang ke selatan
ingin hancurkan pintu sangkar lalu keluar
mengejar kakaknya dengan sgala kemampuan
namun pemilik sangkar merantaikan baja
burung kecil tidak boleh pergi kemana-mana
kebekuan ini tak terbendung lalu kuteriakkan
Di bawah langit Melbourne yang tersenyum manis
dan angin musim dingin membungkam rasa benci
setelah boleh keluar dari sangkar nanti
burung kecil akan mencapai terwujudnya mimpi
semarak kuning tabebuia bersemi
di taman sastra saat musim berganti
merona nila warnanya jacaranda
memanggil aku untuk terbang kesana
Hingga akhirnya musim panas tlah tiba
Tuhan menunjukkan kekuasaanNya
burung kecil sekarang sudah boleh keluar
memperjuangkan mimpi yang belum terkejar
jangan sedih lagi kembangkanlah sayapmu
aku percaya aku yakin kamu mampu
keep your chin up tersenyumlah burung kecil kejar kakakmu!
Angin dari melbourne berhembus ke malang
api dalam hati berkobar makin terang
ingin menyusul kakak tercinta terbang ke selatan
burung kecil terus mengepakkan sayapnya
Lupakan betapa sakitnya pedang itu menghunusmu
betapa sakitnya topeng itu menjeratmu
burung kecil sudah boleh keluar dan menjadi diri yang baru
ada yang takkan sama
setiap sudut yang
slama ini kukenal
yang menjadikan denyut nadi darahku
semuanya tak akan pernah sama
burung kecil termenung didalam sangkar
melihat kakaknya terbang ke selatan
ingin hancurkan pintu sangkar lalu keluar
mengejar kakaknya dengan sgala kemampuan
namun pemilik sangkar merantaikan baja
burung kecil tidak boleh pergi kemana-mana
kebekuan ini tak terbendung lalu kuteriakkan
Di bawah langit Melbourne yang tersenyum manis
dan angin musim dingin membungkam rasa benci
setelah boleh keluar dari sangkar nanti
burung kecil akan mencapai terwujudnya mimpi
semarak kuning tabebuia bersemi
di taman sastra saat musim berganti
merona nila warnanya jacaranda
memanggil aku untuk terbang kesana
Hingga akhirnya musim panas tlah tiba
Tuhan menunjukkan kekuasaanNya
burung kecil sekarang sudah boleh keluar
memperjuangkan mimpi yang belum terkejar
jangan sedih lagi kembangkanlah sayapmu
aku percaya aku yakin kamu mampu
keep your chin up tersenyumlah burung kecil kejar kakakmu!
Angin dari melbourne berhembus ke malang
api dalam hati berkobar makin terang
ingin menyusul kakak tercinta terbang ke selatan
burung kecil terus mengepakkan sayapnya
Lupakan betapa sakitnya pedang itu menghunusmu
betapa sakitnya topeng itu menjeratmu
burung kecil sudah boleh keluar dan menjadi diri yang baru
Minggu, 30 Oktober 2016
A Brighter Day
Recited on the surprise wedding celebration held by Cinta Class to our sensei :)
beneath the dusk sky
the doves are flying, starring at the clouds,
asking, "Yuuhi ga shizumu sora wo miteiru ka?"
as the sun sets, loneliness ends
you are ready to open a new chapter,
and write on its page with the color gold
the sunshine lines scattered the clouds
and let a brighter day begin for you
as the doves flying, staring at the sky
asking, "Aozora yo sabishikunai ka?"
no, the blue sky isn't lonely anymore
here, angels are all present, praying for you
extending God's bless for you
on a brighter day, a new chapter
for her as a wife and you as a husband
here everyone is saying the same prayer,
barakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jama'a bainakuma fii khair :)
beneath the dusk sky
the doves are flying, starring at the clouds,
asking, "Yuuhi ga shizumu sora wo miteiru ka?"
as the sun sets, loneliness ends
you are ready to open a new chapter,
and write on its page with the color gold
the sunshine lines scattered the clouds
and let a brighter day begin for you
as the doves flying, staring at the sky
asking, "Aozora yo sabishikunai ka?"
no, the blue sky isn't lonely anymore
here, angels are all present, praying for you
extending God's bless for you
on a brighter day, a new chapter
for her as a wife and you as a husband
here everyone is saying the same prayer,
barakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jama'a bainakuma fii khair :)
Minggu, 28 Agustus 2016
Dentangan Lagu Kota Brisbane
Hiruk pikuk kota Brisbane yang menghujam ruang hampa udara di setiap pertigaan,
Jarak yang berusaha dilipat antara hela nafas satu dan yang lainnya
Setapak demi setapak langkah yang dirangkai di Santa Lucia
Akan menjadi melodi yang nanti mengalun setelah aku mati
Diantara bangunan tua berdinding coklat muda,
Dan spanduk-spanduk ungu yang terbentang di lapangan hijau
Riak-riak yang menggelegak entah kemana
Aku tak tahu ini tempaan apa, dan apa yang akan terbentuk setelahnya
Apakah memang ini garis yang dulu pernah kugambar
Lagu yang didentangkan setiap hentak kaki yang berlalu lalang
Di sini, di kota Brisbane
Akan kuperdengarkan hingga 4,761 kilometer ke barat daya
Dan tak pernah berhenti meski nanti aku sudah mati
Jarak yang berusaha dilipat antara hela nafas satu dan yang lainnya
Setapak demi setapak langkah yang dirangkai di Santa Lucia
Akan menjadi melodi yang nanti mengalun setelah aku mati
Diantara bangunan tua berdinding coklat muda,
Dan spanduk-spanduk ungu yang terbentang di lapangan hijau
Riak-riak yang menggelegak entah kemana
Aku tak tahu ini tempaan apa, dan apa yang akan terbentuk setelahnya
Apakah memang ini garis yang dulu pernah kugambar
Lagu yang didentangkan setiap hentak kaki yang berlalu lalang
Di sini, di kota Brisbane
Akan kuperdengarkan hingga 4,761 kilometer ke barat daya
Dan tak pernah berhenti meski nanti aku sudah mati
Minggu, 08 November 2015
Mengapa begitu jauh?
Mengapa begitu jauh?
Bahkan teleskop mahacanggih paling mutakhir tak akan bisa melihatnya
kerikil-kerikil yang entah dari mana mereka tahu aku disini,
seolah menahanku, berkata "Sudah, injak saja!"
walau aku tahu,
nanah, darah, dan semua sampah atas jelaga yang selama ini kuhirup
akan memakan kakiku sendiri.
Mengapa begitu jauh?
Jangankan cempaka kuning jingga,
Hitam biru coklat pun jauh sekali.
Cempakaku....
Hitam biru coklatku.....
Aku salah jalan?
morfin virtual yang terus kusaksikan
padahal aku sudah tahu ia akan merenggut selaput-selaput di jantungku
Terus menggerogoti, dan kerikil yang berlomba melubangi tirai kesadaranku akan keberadaannya.
Aku kini tak tahu akan menghela angin ini kemana.
Dan mengapa semuanya begitu jauh,
Jangankan cempaka kuning jingga.
Hitam biru coklat pun entah dimana.
Kadang cempaka lebih indah daripada permata.
Hanya hati yang tahu kenapa aku mengejarnya....
Bahkan teleskop mahacanggih paling mutakhir tak akan bisa melihatnya
kerikil-kerikil yang entah dari mana mereka tahu aku disini,
seolah menahanku, berkata "Sudah, injak saja!"
walau aku tahu,
nanah, darah, dan semua sampah atas jelaga yang selama ini kuhirup
akan memakan kakiku sendiri.
Mengapa begitu jauh?
Jangankan cempaka kuning jingga,
Hitam biru coklat pun jauh sekali.
Cempakaku....
Hitam biru coklatku.....
Aku salah jalan?
morfin virtual yang terus kusaksikan
padahal aku sudah tahu ia akan merenggut selaput-selaput di jantungku
Terus menggerogoti, dan kerikil yang berlomba melubangi tirai kesadaranku akan keberadaannya.
Aku kini tak tahu akan menghela angin ini kemana.
Dan mengapa semuanya begitu jauh,
Jangankan cempaka kuning jingga.
Hitam biru coklat pun entah dimana.
Kadang cempaka lebih indah daripada permata.
Hanya hati yang tahu kenapa aku mengejarnya....
Minggu, 01 November 2015
Hitam, Biru, Coklat.
Hitam. Ujung hari
Yang mengajakku untuk merenung dalam muhasabah.
Segaris harapan baru yang semoga besok masih ada.
saat Tuhan turun menyapa hamba-Nya,
berkata "Aku sedekat ini, sesuai prasangkamu. Kau yakin kan, semua ini akan jadi nyata?"
Biru. Langit pagi yang selamanya begitu - mungkin hari berputar, tapi warna ini yang akan selalu aku bawa.
Yang aku cari ketika semua berubah kelabu, aku yakin kau masih disana, biru.
Coklat. warna tanah yang kuinjak.
Mengingatkan aku bahwa kepada tanah aku akan kembali nantinya.
Agar aku tak bersifat langit.
Hitam, biru, coklat - benang yang akan kugenggam nanti
Kurajut atas bimbingan mereka. Menjadi selendang yang membalutku selamanya
Dua tahun aku akan merajutnya, dengan tangan yang luka
Aku sudah sangat tahu jalan apa yang akan kutempuh,
dan karenanya aku percaya.
Kau akan membantuku membasuh dahaga yang memenuhi jiwa yang berjelaga,
oleh karena asap kelam yang kuhirup selama ini.
Tangan-Nya disalurkan lewat kalian semua. Ah, sensei.....
tunggu aku di pintu itu! aku akan merajut hitam biru coklat itu,
tanganku akan terulur di musim semi.
ambillah ketika angin pergantian musim itu berhembus.
Yang mengajakku untuk merenung dalam muhasabah.
Segaris harapan baru yang semoga besok masih ada.
saat Tuhan turun menyapa hamba-Nya,
berkata "Aku sedekat ini, sesuai prasangkamu. Kau yakin kan, semua ini akan jadi nyata?"
Biru. Langit pagi yang selamanya begitu - mungkin hari berputar, tapi warna ini yang akan selalu aku bawa.
Yang aku cari ketika semua berubah kelabu, aku yakin kau masih disana, biru.
Coklat. warna tanah yang kuinjak.
Mengingatkan aku bahwa kepada tanah aku akan kembali nantinya.
Agar aku tak bersifat langit.
Hitam, biru, coklat - benang yang akan kugenggam nanti
Kurajut atas bimbingan mereka. Menjadi selendang yang membalutku selamanya
Dua tahun aku akan merajutnya, dengan tangan yang luka
Aku sudah sangat tahu jalan apa yang akan kutempuh,
dan karenanya aku percaya.
Kau akan membantuku membasuh dahaga yang memenuhi jiwa yang berjelaga,
oleh karena asap kelam yang kuhirup selama ini.
Tangan-Nya disalurkan lewat kalian semua. Ah, sensei.....
tunggu aku di pintu itu! aku akan merajut hitam biru coklat itu,
tanganku akan terulur di musim semi.
ambillah ketika angin pergantian musim itu berhembus.
Minggu, 30 Agustus 2015
Aku Tersenyum Sambil Menangis
(terjemahan lagu Nakinagara Hohoende dari AKB48, translated by me)
Selamat tinggal
yang kau siratkan
Tersembunyi di
dalam tlapak tanganmu
Kelembutanmu
membuatku berdebar
Dan hangatkan
hatiku
Bulir salju yang
dihembus angin
Perlahan mulai
meleleh
Aku ingin cinta
kita
Slalu begini
selamanya
Aku tersenyum
sambil menangis
Lalu kulihat
dirimu pergi
Berkali-kali aku
berhenti
Menoleh ke belakang
dengan prasaan
khawatir
Aku tersenyum
sambil menangis
Hingga bisa
terbiasa sendiri
Aku tak bisa
tinggalkan tempat ini
Ku melambaikan
tangan
Perlahan
kenangan itu memudar
Aku ingin
denganmu….
Ku berusaha
tahan tangisku
Melawan perasaan
di dalam dada
Tetapi pada saat
bersamaan
Masa depan kan
datang
Perlahan bulir
salju menggumpal membebani ujung ranting
Tapi beratnya
cintaku tak akan pernah menghilang
Apa yang harus
aku lakukan?
Saat terluka
seperti ini
Walaupun aku
membuka payung
Air kesedihan
jatuh aliri pipiku
Apa yang harus
aku lakukan?
Hatiku begitu
gemetaran
Bagiku kau
sungguh orang yang terpenting
Jejak kakimu
bilang,
Bahwa kita kini
skarang berjalan di tempat yang berbeda
Senin, 19 Januari 2015
Samudera dan Angan
kenapa samudera terlihat indah dari kejauhan,
namun begitu sakit saat diselami?
kenapa pelangi berani tampil berlatar mega kelabu?
kontradiksi apa yang ingin dibawa,
dan mengapa orang tak peduli?
Aku tahu biru dan coklat tak senada
namun ternyata mereka adalah hal terindah yang paling berharga
dan aku kini mengejarnya.
Karena samudera yang mencakar pesisir dengan buihnya
telah meyakinkanku untuk menapak ke tangga kedua.
semoga ikan yang dulu kutemui mau bermain denganku lagi.
namun begitu sakit saat diselami?
kenapa pelangi berani tampil berlatar mega kelabu?
kontradiksi apa yang ingin dibawa,
dan mengapa orang tak peduli?
Aku tahu biru dan coklat tak senada
namun ternyata mereka adalah hal terindah yang paling berharga
dan aku kini mengejarnya.
Karena samudera yang mencakar pesisir dengan buihnya
telah meyakinkanku untuk menapak ke tangga kedua.
semoga ikan yang dulu kutemui mau bermain denganku lagi.
Selasa, 17 Desember 2013
A reflected sunshine
A blue lagoon reflects a sunshine from nowhere
it vapors a smell that urges me to read these sparkles,
encouraging me to take a splash of its water onto my veins
Therefore a way will be opened to let fairies come in.
The morning dew reflects a sunshine from nowhere
Fading the colors of the roads I walked
encouraging me to feel the spectrum,
Therefore I'll understand the meaning of this journey
Fairies' teardrops reflects a sunshine from nowhere
swaying the daffodils and let them bloom in an empty space
They lead me to a fact that I've just realized,
that this sincere prayer will keep this thunder strikes.
And I do believe,
I will find this reflected sunshine
in every sands of dreams I put on your hand.
Aquila Sora
Disana
Di surga
Seayun tongkat mencuil segenggam mega
Darinya terlukis selembar garis melaju
darimu
Padaku
Biar kujanjikan tempatmu disini
Tempat terkuat yang pernah ada
Sembari aku menyalakan warna ini
Tercerah diantara semua
Warna yang memanggilnya kemari, sora…
Biar rumput hijau terhampar
Dan mahoni meniupkan angin segar
Entah lama atau sebentar
Biar aku belajar tegar
Menantinya, Sora.
Ia yang menyanyi dan aku yang menggesek biola
Kami menyanyikan gita membahana
untuk memanggilmu dari surga
Menjadikanmu milik kami yang paling berharga
Akan tiba waktunya, Sora.
Walau aku tak tahu kapan ia tiba
Tiba-tiba berlari
Tiba-tiba aku ingin berlari.
Entah, kali ini apa lagi
Rindu yang dirasa sungai kepada api
Dan hening yang dipanggil oleh pagi
Daun-daun pohon angsana
Kugenggam, dalam satu asa
Kuterbangkan ke angkasa
Biar ia mencabik mega
Dan saat itulah kurasakan ia berlari
Tidak, ia tidak pergi
Ia hanya ingin belajar menjadi seorang peri
Yang memimpin paduan suara di langit pagi
Secarik kertas jingga yang padanya kau taruh damba
Kau tulis namanya dengan jelaga
Terikat pada ujung balon udara
Dan kau terbangkan ke haribaan-Nya
Sepintas kurasa hembusannya disini. Ya, aku terbawa berlari.
Menjadi tempatmu kembali!
Selasa, 23 Juli 2013
Rembulan Membarakan Akihabara
"Jalan milik kamu terbentang lurus, dan terus memanjang
angin yang sesaat bersama dengan debu
memori jauh disana.
Tidak ingin kalah dari siapapun,
dengan siapakah diriku telah saling bersaing?"
(boku no sakura, JKT48)
titiplah pada kunang-kunang,
jika kamu ingin menggoreskan stik es krim di awan
ketika kamu ingin semua ini berhenti
menunggu seminggu hilangnya rembulan
Aku ingin belajar padanya
untuk membarakan malam di akihabara
Mengajak cahaya itu untuk berkelok
biar bintang membaca manuvernya
titiplah pada kunang-kunang,
ketika kamu ingin membaca wajah bulan
semenjak sayap itu menghilang
ia lama terkulai tanpa air telaga
berkelok cahaya di sudut kota
bagai ayunan tangan dirigenku,
mengajak akihabara membara
saat purnama merengkuh
titiplah pada kunang-kunang,
jika kau ingin letup api itu terngiang
ia akan membawamu terbang,
walau sepasang sayap menghilang
dan diatas sana ,
dapat kau lihat akihabara membara,
oleh cahaya-cahaya mimpi yang merayapi sudut-sudut kota
Senin, 24 Juni 2013
Tak disana
kita sama-sama tak disana, saat hitamnya membiru,
karena kau sedang berperang di tempatnya mengadu
dan aku belum menemukan segenggam waktu
disini gemericiknya kudengar tak tertahan
jejak yang selaksa hitam nian
ia datang lagi tersungkur didepan,
namun aku tak lagi bisa melawan....
Ah, dear - karena kita berada diluar,
Merasakan asap-asap transparan yang tersebar,
dan cahaya berpendar.
Kita sama-sama tak disana,
dan aku berharap ini berarti Tuhan sedang melemparkan kita
ke sebuah jalan - entah apa namanya
yang membawa kita kepada satu yang sama...
Kamis, 20 Juni 2013
24 Desember 2011
Di akhir desember awal kita kenal
Duduk melingkar saling pandang memandang
Saling tersenyum ulurkan tangan
Namamu siapa, jurusan apa, minta nomer HPnya
Ini barisanku setahun kedepan
Menjaga keindahan pelangi ini
Aku sampaikan hasrat kalian
Menghela sejarah ini kedepan bersama-sama
Mungkin ini hal baru
bagi kita semua
Tapi kita jalani saja
Kita bersama sama belajar
Kita bagai paduan suara
Yang menggema di angkasa
Nyanyikan suara hati rakyat sastra
Untuk didengar para raja
Tak selalu kau melihat kami
Tapi bisa kau rasakan
Ikut satukan sastra
Memang kita jarang berdiri didepan
Jangan kau kira kami hanya berdiam
Kapanpun ada badai menyerang
Aku kan
turun tangan
Dan bersama kalian kita menyelesaikan
Mungkin waktu kami disini tinggal sedikit
Tapi ingin kupersembahkan
Energi terbaik kami
Kita bagai paduan suara
Yang menggema di angkasa
Nyanyikan suara hati rakyat sastra
Untuk didengar para raja
Tak selalu kau melihat kami
Tapi bisa kau rasakan
Ikut satukan sastra
Rabu, 05 Juni 2013
Menatap kearah hampa
Aku hanya ingin merenda dentingan tetes embun dengan gelombang-gelombang
yang sejalan dengan hempasan-hempasan tangannya,
biar jelaga yang menggelayuti ruang kristal dapat merontokkan segala kelam
Aku masih ingin mensejajarkan tapak-tapak kaki yang tertanam dalam,
seakan mengetuk lapisan-lapisan tanah
mencari perut bumi untuk dicengkeram.
Izinkan aku untuk mencoba mendentingkan semuanya,
membiarkan jari-jariku berlari diatas tuts
seiring dengan rasa yang dibawa oleh partiturmu
Biar anginnya menyibak, seakan semua kembali....
jika saja dedaunan mampu memanggil barisan-barisannya
agar aku dapat menemukan pintu yang terbuka.
yang sejalan dengan hempasan-hempasan tangannya,
biar jelaga yang menggelayuti ruang kristal dapat merontokkan segala kelam
Aku masih ingin mensejajarkan tapak-tapak kaki yang tertanam dalam,
seakan mengetuk lapisan-lapisan tanah
mencari perut bumi untuk dicengkeram.
Izinkan aku untuk mencoba mendentingkan semuanya,
membiarkan jari-jariku berlari diatas tuts
seiring dengan rasa yang dibawa oleh partiturmu
Biar anginnya menyibak, seakan semua kembali....
jika saja dedaunan mampu memanggil barisan-barisannya
agar aku dapat menemukan pintu yang terbuka.
Rabu, 15 Mei 2013
The day for a stellar
Dear,
These stellars sparkle the same light,
and the flapping wings of morning angels blow a tranquil breeze
Today, a rainbow will round your sky
from the stream where you began this journey and on the path where it will end.
Dear,
The morning dew on rose leaves reflect the record of what you've passed
on these 4 years.
Hear, feel, and see that the whole nature is orchestrating an echoing melody
of victory for you.
This comulonimbus is giving you sunshine lines to be knitted into a golden shawl
that you'll wear forever.
Dear, flap your wings harder!
Somewhere up there, a stellar constellation is formed and is resembling an absolute figure of a winner- it is you!
These stellars sparkle the same light,
and the flapping wings of morning angels blow a tranquil breeze
Today, a rainbow will round your sky
from the stream where you began this journey and on the path where it will end.
Dear,
The morning dew on rose leaves reflect the record of what you've passed
on these 4 years.
Hear, feel, and see that the whole nature is orchestrating an echoing melody
of victory for you.
This comulonimbus is giving you sunshine lines to be knitted into a golden shawl
that you'll wear forever.
Dear, flap your wings harder!
Somewhere up there, a stellar constellation is formed and is resembling an absolute figure of a winner- it is you!
Senin, 06 Mei 2013
But I Do Love Him Anyway
But I do love him anyway,
Hear the sounds of yellow dew chilling
A light that won’t make it vapor
Encouraging the cloudy morning
To circle a silver lining
But I do love him anyway,
Here I cross my legs, closing my eyes
and putting my hand on my knees
I listened to the voice of angels
Singing of searching a certainty
That you and me are meant to be
But I do love him anyway,
I sing his breath here there and everywhere
Would you mind to change the color of the wind that blows
dandelions?
And I heard my blood on these veins
Encouraging – yes, this makes me believe…..
“Ma’am, do
you still remember when we met yesterday, near the canteen?”
“Yes, I do.
And then?”
“And I was
sitting with a guy?”
“Yeah”
“I was
telling him… that I love him”
“so, what
was his response?”
“As what
I’ve predicted…..”
Selasa, 30 April 2013
Of Morning Clouds
Scatter, scatter away
I want everyone to see the same shape
shone by the same amount of sunshine
smell the same fresh dew
and being touched by the same warmth
Spread, spread out
The whole town need to be greeted
by the same smile
to make us believe
that we deserve to be loved!
Shine, Shine on
Resemble the certainty you promised
That we are meant to be
and we beautify our aura with the sunshine lines
I want everyone to see the same shape
shone by the same amount of sunshine
smell the same fresh dew
and being touched by the same warmth
Spread, spread out
The whole town need to be greeted
by the same smile
to make us believe
that we deserve to be loved!
Shine, Shine on
Resemble the certainty you promised
That we are meant to be
and we beautify our aura with the sunshine lines
Hollow
What????
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Has the wound healed?
Is it the end of the struggle I started last November?
Piles of sketchbooks fulfilled with his face I drew myself,
and hundreds of stanzas of poems I wrote for him.
They seem losing their shine, they seem losing the melody.
What should I call this brand new feeling?
Is it what I've always wanted?
Is it something that I've been struggling for?
Is it what they demand from me?
Is it something that I've been struggling for?
Is it what they demand from me?
But, why is it so damn empty?
Have I succeeded on deviating the sunshine lines, and start to knit them into a golden shawl instead....
Somehow this song is echoing again on my mind....
"Please, don't let this feeling end, it's everything I am, everything I wanna be.....
I can see what's mine now, finding out what's true. Since I found you, looking through the eyes of love...."
(looking through the eyes of love by Melissa Manchester)
I'm running around the hall.
Where have the choir members gone?!!
Look, the instruments are all packed. The curtain is already taken off. The music sheets are scattered all around, and they are all wet. The lamps are already dismembered.
And the most important thing is, Where is the conductor!?
a metal baton, laid on the floor, with ashes on it.
May I conclude that you have released the star you used to clutch?
And does it mean that it's time for us to start a new song?
a harmonious melody that will astonish the world as you've promised,
of F as the basic tone!
(looking through the eyes of love by Melissa Manchester)
I'm running around the hall.
Where have the choir members gone?!!
Look, the instruments are all packed. The curtain is already taken off. The music sheets are scattered all around, and they are all wet. The lamps are already dismembered.
And the most important thing is, Where is the conductor!?
a metal baton, laid on the floor, with ashes on it.
May I conclude that you have released the star you used to clutch?
And does it mean that it's time for us to start a new song?
a harmonious melody that will astonish the world as you've promised,
of F as the basic tone!
It takes me forever
It takes me forever to harmonize the wind blowing over my sky with the half-dried streams along my veins
It takes me forever to deviate the sunshine's sparkles reflected on it - and,
these flying bubbles pop out a smell of a green, brand new promises
towards a wider road out there,
accompanied by dark-colored desert
a journey of ensuring myself that, yes - I'm still able to witness it.
your 6-pieces wings,
of white and blue, and circles on it.
It takes me forever to learn and interpret the notes
made by the sound of your flapping wings
Is it a melody of yearning? and what is it yearning for?
Is it a melody of fear? and what is the threat, then?
It takes me forever to finally breathe the same air
It takes me forever to finally breathe the same air
With the dandelions you blow away
A journey of agreeing takes a gradual phase
I promise that I won’t let this river dry
I’ll let the flow keep singing the same wish
Of being the one that you go home to.
Langganan:
Postingan (Atom)